Selasa, 31 Januari 2012

Bagaimanakah Sholat Orang yang Sedang Sakit?


Syari’at islam dibangun di atas dasar ilmu dan kemampuan orang yang dibebani. Tidak ada satu pun beban syari’at yang diwajibkan kepada seorang di luar kemampuannya. Allah Ta’ala sendiri menjelaskan hal ini dalam firman-Nya:
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Qs. Al-Baqarah/2:286)
Allah Ta’ala juga memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan ketakwaan menurut kemampuan mereka dalam firman-Nya:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. (Qs. At-Taghaabun/64:16)
Orang yang sakit tidak sama dengan yang sehat. Semua harus berusaha melaksanakan kewajibannya menurut kemampuan masing-masing. Dengan ini nampaklah keindahan syari’at dan kemudahannya.
Diantara kewajiban agung yang harus dilakukan orang yang sakit adalah sholat. Banyak sekali kaum muslimin yang kadang meninggalkan sholat dengan dalih sakit atau memaksakan diri sholat dengan tata-tata cara yang biasa dilakukan orang sehat. Akhirnya merasakan beratnya sholat bahkan merasakan hal itu sebagai beban yang menyusahkannya.

Hakikat Yang Terlupakan Dari Imam Asy-Syafi'i Dan Kesamaan Aqidah Imam Empat


HAKIKAT YANG TERLUPAKAN DARI IMAM ASY-SYAFI’I


Oleh Syaikh Dr Muhammad bin Musa Al-Nashr
بسم الله الرحمن الرحيم 

Imam Asy-Syafi’i adalah seorang ulama besar dan salah satu dari empat imam besar, yang ilmunya telah tersebar di penjuru dunia, serta jutaan kaum muslimin di negara-negara Islam, seperti Iraq, Hijaz, Negeri Syam, Mesir, Yaman dan Indonesia bermadzhab dengan madzhabnya.

Faktor yang menyebabkan saya memilih pembahasan ini, karena mayoritas kaum muslimin di negeri ini atau di negara ini berada di atas madzhab Asy-Syafi’i dalam masalah furu’, dan hanya sedikit dari mereka yang berada di atas madzhab Asy-Syafi’i dalam masalah ushul. Ironisnya ini menjadi fenomena.
Kita mendapati sejumlah orang mengaku bermadzhab Imam Malik dalam masalah furu’, namun tidak memahami dari madzhab beliau kecuali tidak bersedekap dalam shalat. Mereka menyelisihi aqidah Imam Malik yang Sunni dan Salafi.

Senin, 30 Januari 2012

AL-QUR'AN UNTUK ORANG HIDUP BUKAN UNTUK ORANG MATI



Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pi-kiran." (Shaad: 29)

Para sahabat berlomba-lomba untuk mengamalkan perintah-perintah Al-Qur'an dan meninggalkan larangan-larangannya. Karena itu mereka menjadi bahagia di dunia maupun di akhirat. Ketika umat Islam meninggalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an, dan hanya menjadikannya bacaan untuk orang-orang mati, di mana mereka membacakannya di kuburan dan ketika ta'ziyah , mereka ditimpa kehinaan dan perpecahan. Apa yang diprihatinkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam dahulu, kembali menjadi kenyataan, sebagaimana dikisahkan Al-Qur'an,

"Berkatalah Rasul, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan'." (AI-Furqan: 30)

Allah menurunkan Al-Qur'an untuk orang-orang hidup agar mereka mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Penuh Hikmah dari Penjaga Kebun Delima

Dikisahkan, ada seorang mantan budak kurus yang dimerdekakan oleh tuannya. Namanya Mubarak. Setelah merdeka, dia bekerja pada seorang pemiliki kebun sebagai buruh. Suatu hari, sang tuan mengunjungi kebunnya bersama dengan beberapa sahabtnya. Dipanggillah Mubarak, "petikkan kami beberapa buah delima yang manis!," pintanya.
Bergegaslah Mubarak melaksanakan perintah sang tuan. Dia memetik beberapa buah delima dan diserahkannya kepada sang majikan dan beberapa sahabatnya tadi.
Namun, ketika majikannya mencicipi delima yang dipetik Mubarak, tak satupun ada yang manis. Semuanya masam. Sang majikan marah dan menanyai mubarak, "apa kamu tak bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?"
"Selama ini Anda tak pernah mengizinkan saya makan barang sebuahpun, bagaimana saya bisa membedakan yang delima yang manis dan yang masam?," jawab Mubarak.
Sang tuan merasa kaget dan tak percaya, bertahun-tahun bekerja di kebun itu, tapi Mubarak tak pernah makan satu buahpun. Maka ia menanyakan hal itu kepada tetangga-tetangganya. Mereka semua menjawab, Mubarak tak pernah makan delima barang sebuahpun.

Sabtu, 28 Januari 2012

Minum Teh Ampuh Turunkan Tekanan Darah


Para peneliti dari University of Western Australia menemukan, minum tiga cangkir teh setiap hari dapat menurunkan tekanan darah. Studi ini menyebutkan, menyeruput air teh dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan kadar tekanannya, terutama dalam proses systolic dan diastolic.
MINUM teh bisa membuat tubuh rileks, apalagi teh hangat yang menambah efek relaksasi pada pernapasan dan pencernaan. Apa yang menyebabkan tubuh terasa lega setelah minum teh? Ini salah satu alasannya.
Para peneliti dari University of Western Australia menemukan, minum tiga cangkir teh setiap hari dapat menurunkan tekanan darah. Studi ini menyebutkan, menyeruput air teh dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan kadar tekanannya, terutama dalam proses systolic dan diastolic.

Jumat, 27 Januari 2012

Apa Hukum Merayakan Maulid Nabi?



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjawab:
Pertama, malam kelahiran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti kapan. Bahkan sebagian ulama masa kini menyimpulkan hasil penelitian mereka bahwa sesungguhnya malam kelahiran beliau adalah pada tanggal 9 Robi’ul Awwal dan bukan malam 12 Robi’ul Awwal. Oleh sebab itu maka menjadikan perayaan pada malam 12 Robi’ul Awwal tidak ada dasarnya dari sisi latar belakang historis.
Kedua, dari sisi tinjauan syariat maka merayakannya pun tidak ada dasarnya. Karena apabila hal itu memang termasuk bagian syariat Allah maka tentunya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya atau beliau sampaikan kepada umatnya. Dan jika beliau pernah melakukannya atau menyampaikannya maka mestinya ajaran itu terus terjaga, sebab Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan Kami lah yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Kamis, 26 Januari 2012

KEPADA SAUDARIKU MUSLIMAH



By: Alif el bhughizie...
(thalib ma'had Ali Al-Wahda Stiba)


Saudariku muslimah … kami menulis nasehat singkat ini untukmu yang telah rela menjadikan Allah sebagai Tuhanmu, Islam sebagai agamamu dan Muhammad sebagai nabimu.

Saudariku muslimah … tahukah, bahwa kamu tidak diciptakan dengan main-main, tanpa mempunyai arti, dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung-jawaban. (QS. al-Mu’minun: 115-116, al-Qiyamah: 36). Akan tetapi Allah menciptakan kamu untuk suatu tujuan yang agung lagi mulia, yaitu beribadah hanya kepada-Nya. (QS. al-Dzariyat: 56)


Saudariku muslimah … ketahuilah bahwa ibadah dalam ajaran Islam adalah sistem yang mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah, sesuai dengan yang diberikan oleh Sang Pencipta alam ini, yaitu Allah. Oleh karena itu hendaklah kamu senantiasa berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam tersebut, baik yang dianggap sepele maupun menyangkut hal-hal yang besar, di setiap tempat maupun waktu. Hendaklah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah senantiasa menjadi sinar yang menerangi derap langkahmu  dalam meniti kehidupan.

Rabu, 25 Januari 2012

Kisah Unik Abu HurairaH

 By: Abu Mushlih 
Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshar dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati…

Imam Muslim rahimahullah menuturkan sebuah kisah menarik di dalam kitabnya Shahih Muslim. Beliau berkata: Zuhair bin Harb menuturkan kepada saya: [Dia berkata] Umar bin Yunus al-Hanafi menuturkan kepada kami: [Dia berkata] Ikrimah bin ‘Ammar menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Katsir menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Hurairah menuturkan kepadaku.

Abu Hurairah berkata:

Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada juga bersama kami Abu Bakar dan Umar dalam sebuah rombongan [para sahabat]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit meninggalkan rombongan kami. Akhirnya, beliau pun tertinggal di belakang kami. Kami khawatir kalau ada apa-apa yang menimpa beliau sehingga tertinggal dari rombongan. Kami pun merasa khawatir dan berusaha mencari tahu keberadaan beliau. Saat itu, aku adalah orang pertama yang dirundung cemas, jangan-jangan ada sesuatu yang menimpa beliau.